Waktu terus berjalan tak tentu tuan..
Entah pada siapa tangan terus mengukir..
Seperti bicara pada sang tuli..
Yang tak paham makna sabda tercipta..
Mengapa tak langsung jatuhkan saja kuasanya..
Agar ragu tak menjadi aral hidup ini..
Ada saat hati tak sabar..
Mengganti peran sang maha pengucap..
Kata pun habis mengempik dirimu sayang..
Tatkala senyummu tersirat dalam suak..
Luka dalam mengikis dada..
Tiada menahu apa yang terkandung dalam matamu.
Sampai elang jua tak sanggup menentang..
Tampaknya kau terlalu indah sayang.....
Terlalu Indah............
Terlalu Indah...............
nazar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar