Sabtu, 28 Februari 2015

Biaya Hidup di Jakarta Lebih Mahal Dibanding Amerika. Ko Bisa?


Tinggal di Jakarta
Oleh: Ria Hardianti - Amerika Serikat

Saya terkadang suka takjub sendiri jika sedang mengunjungi Jakarta, Indonesia? Mengapa? Karena biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Malah lebih mahal jika dibandingkan biaya hidup di Kansas.

Sebagai contoh, jika makan di salah satu mall terkenal di Jakarta, untuk empat orang, bisa menguras kantung sekitar Rp.400,000. Sedangkan, jika makan di salah satu mall terkenal di Kansas, biayanya tidak lebih dari Rp. 250,000.

Untuk transportasi, jika naik taxi di Jakarta dari Sudirman menuju Bintaro, argo akan menunjuk kepada harga Rp.220,000. Sedangkan jika naik taxi dari Jamaica, Queens ke China Town, argo taxi di New York akan menunjuk ke pada harga Rp.170,000. Belum lagi, harga sebuah baju merek Mango, di Jakarta bisa dihargai Rp.500,000. Sementara di JC Penney, baju mango hanya dibandrol seharga Rp.200,000.

Tingginya biaya hidup di Jakarta membuat saya tidak habis berpikir, bagaimana caranya penduduk di Jakarta bisa survive? Walaupun dengan gaji 5 juta pun, belum tentu bisa hidup mapan. Unbelievable. Darimana ya bisa bertahan hidup seperti itu?

Saya juga jadi teringat sindirian salah seorang kerabat saya, " Kamu itu bule kere . Gayamu saja yang sudah jadi warga Negara Amerika, paspor biru, dan gaji dollar, tapi tiap pulang ke Indonesia tidak pernah bisa memanjakan keluargamu atau membantu ekonomi saudara- saudaramu."

Saya jadi teringat pada sebuah blog milik Jimmy AK sekitar 2 tahun lalu saat membandingkan ongkos hidup di Jakarta dengan Sunnyvale, California. Inilah hasil penelitian Jimmy:
1. Transportasi
Public transportation di Jakarta jelek sekali, busway masih sangat sedikit. Taxi sangat bagus tapi relatif lebih mahal. Macet dimana-mana, jarak 10km bisa membutuhkan waktu 1-2 jam akibatnya biaya untuk bensin yang akan naik. Kenyamanan dan keamanan masih sangat rendah. Akibatnya, orang Jakarta berusaha sebisa mungkin menggunakan mobil atau motor. Padahal biaya mobil sangat mahal, harga Honda Jazz sekitar 190jutaan. Parkir 20ribu/hari.
Public transportation di Sunnyvale juga tidak bagus, sangat sedikit dan jarang. Kebanyakan orang menggunakan mobil pribadi dan hampir tidak ada yang pakai motor. Harga mobil disana jauh lebih murah, Honda Jazz (Fit) hanya 130juta. Enaknya di Sunnyvale adalah perusahaan punya Shuttle Bus sendiri-sendiri, jadi karyawan yang tidak mau bawa mobil bisa menggunakan bis ini secara gratis. Kemacetan hampir tidak ada, jadi walaupun harga bensin hampir 2x nya harga bensin di Jakarta, total pengeluaran sehari-hari tidaklah sampai 2xnya (ingat Jakarta macet). Parkir gratis.

Jadi kalau dihitung-hitung dengan berbagai komponen seperti pengeluaran untuk bensin, cicilan mobil dll, biaya transportasi di Jakarta lebih mahal dari Sunnyvale, California.

2. Makan dan Minum
Sekilas harga makanan lebih mahal di Sunnyvale. Tapi kalau diperhatikan di kafetaria kantor Yahoo! harga makanan tidak terlalu jauh beda dengan harga makanan di Jakarta (setidaknya di kantor Yahoo! jakarta). Enaknya di sunnyvale, semua minuman gratis! kopi, teh, susu, jus, coca cola, pepsi, semuanya gratis. Bahkan ada barista yang siap membuatkan minuman ala starbucks dengan gratis.
Jadi kalau kita makan sandwidth + minum latte nya starbucks di Jakarta akan lebih mahal dari di Sunnyvale dengan menu yang sama, karena lattenya gratis.

Lagi-lagi ternyata Amerika tidak semahal yang selama ini aku duga.

3. Akomodasi
Harga hotel sama dengan hotel di Jakarta. Harga apartemen di sekitaran Sunnyvale 5 jutaan/bulan yang artinya sama juga dengan harga apartemen di Jakarta. Harga rumah di sekitaran Sunnyvale sangat mahal, diatas 2 milyar semua. Jadi jangan beli rumah disana, beli di Jakarta aja http://cdn.kaskus.com/images/smilies/sumbangan/15.gif

Untuk akomodasi Sunnyvale relatif lebih mahal, karena harus apartemen dan nggak ada kost yang harganya 1 jutaan http://cdn.kaskus.com/images/smilies/sumbangan/15.gif

4. Gaya


Boooooo, ini yang paling parah di Jakarta. Semua orang pengen tampil gaya. Biaya untuk gaya gila-gilaan. Bayangkan banyaknya orang Jakarta yang pakai Blackberry padahal coba hitung harga blackberry itu berapa persen dari gaji bulanan kebanyakan mereka? 10%, 20%, 50% atau jangan-jangan 100%?
Di Sunnyvale hampir semua orang pakai iphone, harga iphone 4 hanya 2 juta karena kontrak data plan. Dibandingkan Jakarta, harga iphone di Sunnyvale jauh lebih murah. Di Sunnyvale hampir tidak ada orang yang gaya, tidak ada mall, tidak ada tempat belanja-belanja, kalau sore hari orang-orang nongkrong di cafetaria kantor minum-minum kopi, gratis semua. Di Jakarta, kita nongkrong minum kopi harus bayar 20ribuan. Cewek-cewek tukar-tukar sepatu mulu di Jakarta. Di Sunnyvale nggak ada yang gaya, kostum semuanya sama, celana jeans bawahnya baju kaos atasnya. Cowok cewek, developer, sales, sampai ke VP semua kostumnya gitu.
Biaya untuk GAYA di Jakarta gila-gilaan di bandingkan Sunnyvale. Padahal masalah gaji, di Sunnyvale 4-5x lebih tinggi dari gaji di Jakarta.

Tragis, dengan biaya hidup Jakarta yang relatif lebih tinggi, mereka mendapat gaji 4-5x lebih besar dari kita yang di Jakarta.
Sumber

28 Februari 2015

28 Februari 2015

                Hari ini sebetulnya gak ada yang penting-penting amat. Sebenarnya gua dapat tugas untuk buat argumentative essay dari guru LIA, tapi gatau kenapa otak gua stuck, susah banget untuk berfikir secara jernih. Mungkin gua kebanyakan belajar jadi jenuh.  Daripada gua pendam dalam otak mending gua jadiin tulisan.

                Hari ini seharusnya gua jalan sama temen deket gua, tapi karena dia gak bisa jadi gak jadi. Satu pertanyaan yang buat gua jadi agak resah yaitu dia nanya kayak gini “emang gak pernah main sama mereka kak?” dan gua jawab “gak penting” pertanyaan itu terlantun kemarin malam. Jadi gini, sebetulnya bukan gak penting dan gua orangnya suka banget bergaul kayak nongkrong sama temen-temen, ngobrol sampai tengah malem pulang pagi, gitar-gitaran,main PS sampai lupa makan, dan sebagainya. Dulu gua type orang yang kayak gitu, waktu SMP gua selalu sehabis pulang sekolah kalau gak ngumpul sama temen ya main ke warnet sampai sore. SMA pun sama, pulang sekolah yang seharusnya les malah main dan lesnya jadi telat, begitu seterusnya sampai gua naik ke kelas 3 SMA. Kebiasaan itu mau gak mau harus gua hapus demi masa depan. Jujur sejujur-jujurnya setelah gua lulus SMA, pengetahuan SMA gua gak lebih daripada 40%, 30% bisa dibilang. Sebetulnya bukan karena kebanyakan main, tapi karena gua gak bisa mengatur waktu gua.Setelah gua lulus gua bingung mau lanjut kemana. Gua gatau harus kuliah ngambil jurusan apa, daftar kemana gua gatau, pokoknya blank lah. Nah karena factor itulah gua gak keterima dimana-mana. Sekarang gua lagi les dan mulai semua dari awal, Alhamdulillah ada perkembangan. 

Balik ke topic kenapa gua jawab itu gak penting adalah karena gua searang lagi focus menata masa depan gua. Di masa ini adalah masa lu harus memutuskan untuk berjuang demi cita-cita atau malas-malasan? Masa dimana gua harus main dan nongkrong gak jelas menurut gua udah habis, tapi bukan berarti gua gak akan main lagi, gua Cuma mengurangi porsi gua untuk main dan menambahkan porsi yang lain dimana itu dapat menambahkan kemampuan fisik, jiwa, dan kecerdasan gua. GUa masih suka kok ngobrol ngalor ngidul sama temen, gak penting itu perempuan atau laki-laki, tapi gak sesering dulu.

                Jadi gua sekarang tend to be more bergaul sama orang-orang yang punya influence baik sama gua kayak pengusaha muda, taruna, mahasiswa senior, bapak-bapak yang berpengalaman, yang dimana dia bisa gua gali ilmunya bukannya ngajak ke hal-hal yang gak jelas dan jujur setiap gua main ke mall atau mana aja, gua selalu ngobrolnya itu sama yang lebih tua, lebih enak aja gitu hahaha.

                Masalah perempuan, sebetulnya gua pengen punya pacar, tapi belum pengen pacaran ngerti gak? Maksudnya gini gua pengen perempuan yang gua suka tuh ngasih feedback ke gua dan demi apapun, itu tuh mood booster banget buat gua dan gua yakin semua laki-laki bakal ngerasain hal serupa kalau perempuan yang dia sukai tuh ngasih feedback buat dia, the best feeling ever pokoknya. nah buat cewek, dorong cowok yang lagi deket sama lu buat gapai cita-citanya bukan buat menuhin nafsu bejatnya. Kalau cowoknya baik-baik sih dia bakalan terpacu, tapi kalau dia malah jadi ngomel-ngomel, tinggalin dulu aja deh wkwkw. Maksud gua dari gak pengen pacaran dulu tuh gua pengen punya hubungan sama perempuan yang gua suka tapi pacarannya gak seintesif orang pacaran yang harus tiap malam minggu jalan-jalan keluar, tiap malam telefonan, tiap detik bbm-an, ya semacamnya lah. Bukan berarti jarang contact, jadi saling menghargai waktu.. gitu… yaudah lah itu aja yang lagi penatin otak gua. haahhaha


                Selamat malam minggu semua J




nazar